Oleh : Baderut Tamam
Mengapa Akhir-Akhir Ini Banyak Bermunculan Aliran
Sesat Di Indonesia Dan Apa Penyebabnya ?
Menurut
pendapat saya, yang menyebabkan banyaknya bermunculan aliran sesat akhir-akhir
ini karena umat kekurangan ulama yang kharismatik, umat kekurangan ulama yang
menjadi teladan. Ketika muncul seseorang yang kharismatik, maka mereka mudah
terpengaruh dan mudah percaya. Munculnya aliran sesat di Indonesia karena para
ulama dan kiai lebih banyak berpolitik daripada mengurusi umatnya.
Aliran yang dianggap sesat seakan tumbuh hilang berganti. Akhir-akhir ini semakin banyak aliran–aliran yang kemudian dianggap sesat tumbuh di masyarakat Indonesia dan sangat memprihatinkan. Pengikutnya bukan hanya masyarakat yang berpendidikan rendah dan terbelakang namun kaum terpelajar seperti mahasiswa dan sarjana ada juga yang menjadi pengikut setia aliran yang dianggap sesat.
Aliran yang dianggap tidak sesuai
dengan ajaran Islam antara lain adalah NII (Negara Islam Indonesia), Inkar
Sunnah, Ahmadiyah Qodiyan, Salamullah, Baha’l, Jaringan Islam Liberal Wihdatul
Adyan, Lembaga Kerasulan , Al Qiyadah, Al-Islame, AlQur’an Suci, Satria
Piningit Weteng Buwono dan sebagainya aliran tersebut dianggap tidak sesuai
dengan ajaran Islam. Aliran Lia Eden juga diangap sesat karena Lia mengaku sebagai Bunda Maria
dan malaikat. Aliran Al Qiyadah Al Islamiah termasuk aliran yang
menggemparkan karena Ahmad Mushaddeq selaku pimpinan menganggap dirinya adalah
Nabi setelah Nabi Muhamad SAW dan aliran Satria Piningit Weteng Buwono dengan
kegiatan bugil dan seks bebas bagi para pengikutnya. Penolakan aliran Ahmadiyah
oleh beberapa Ormas Islam sampai saat ini masih terus berlanjut dengan
masih sering dilaksanakan kegiatan unjuk rasa .
Tumbuh suburnya aliran yang dianggap
sesat menunjukan adanya pemahaman yang salah, keimanan yang rendah dan kwalitas
dakwah yang lemah meskipun saat ini ilmu pengetahuan telah berkembang pesat dan
informasi cepat berkembang dan tersebar ke seluruh pelosok Indonesia.
Berbagai aliran sesat yang timbul kebanyakan berkembang subur di lapisan warga
yang tingkat keimanannnya rendah dan di desa-desa terpencil serta pinggiran
kota menjadi target mereka. Kondisi ini benar-benar sangat memprihatinkan, oleh
karena itu sudah saatnya oleh para ulama untuk membina kembali kehidupan Rohani
rakyat Indonesia yang sudah banyak menyimpang. Sehingga masyarakat bisa lebih
tentram, damai, dan sejahtera tanpa tarus memikirkan tentang hal-hal yang
berbau tentang penyimpangan akidah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar